Rabu, 8 Jumadil Awwal 1429 / 14 May 2008 
 

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
Email : info@aksicepattanggap.com
 
Jl. Imogiri Timur Km. 6 No. 5
Nglebeng, Tamanan Banguntapan, Bantul 55191, Jogjakarta
Telp. +62 274 383839,
Fax. +62 274 7839292
 
Kemanusiaan :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 3133
(Swift Code: Cenaidja)

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 004 011 9999

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4555 808

Bank Muamalat Indonesia
Acc. No. 304 0022 915

Bank Negara Indonesia Syariah
Acc. No. 009 611 0239

Zakat :

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 101 000 9990

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4793 136

Infaq/Sedekah :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 0860

Bank Permata Syariah
Acc. No. 0971 001224

Volunteer Says

Jangan Lupakan (Tsunami) Aceh
2007-12-26 08:57:51 -- Bayu Gawtama, Communication Senior Manager ACT

26 Desember 2007, masyarakat Nangroe Aceh Darussalam dan Nias khususnya, serta rakyat Indonesia secara umum memeringati tiga tahun bencana alam gempa bumi dan tsunami yang memakan korban jiwa hingga 300 ribu jiwa. Siapapun yang pernah menyaksikan tayangan kejadian tsunami di ujung Sumatera itu tidak akan pernah lupa, bahkan jika tayangan-tayangan itu diputar kembali, air mata akan kembali menetes mengingat dahsyatnya bencana yang merenggut ratusan ribu jiwa itu. Terlebih masyarakat Aceh yang benar-benar mengalami dan merasakan terjangan ombak besar pasca gempa dan membawa serta orang-orang yang dicintai.

26 Desember tiga tahun silam, Indonesia berduka setelah gempa dan tsunami. Namun dibalik bencana alam terbesar –setidaknya diukur dari jumlah korban jiwa- sepanjang sejarah bangsa Indonesia itu, terbit sebuah harapan dan semangat baru. Harapan baru itu bernama kerelawanan, sedangkan semangat baru yang dimaksud adalah kepedulian.

Ya, kerelawan dan kepedulian seperti bahu membahu di hari itu, juga berbilang tahun pasca tsunami itu. ACT, sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang hadir dalam aksi kerelawanan di saat tsunami itu terus menerus menggelembungkan ide menjadikan tanggal 26 Desember sebagai hari relawan Indonesia. Selama ini, berbagai lembaga dan masyarakat yang peduli kemanusiaan masih memeringati hari kerelawanan sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Desember setiap tahunnya.

“Sudah saatnya Indonesia punya hari kerelawanan nasional, dan moment paling tepat adalah tsunami Aceh yakni tanggal 26 Desember,” tegas Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT.

Melihat aksi ribuan relawan yang tumpah ruah berpeluh keringat menguras tenaga tak kenal lelah di Aceh, nampaknya tak ada alasan untuk tak meneguhkan 26 Desember sebagai hari relawan (kerelawanan) nasional. Menurut Ahyudin, selain karena moment yang luar biasa, tanggal 26 Desember juga akan selalu mengingatkan segenap masyarakat negeri ini akan sebuah bencana yang tercatat tebal-tebal dalam buku sejarah negeri ini. Tentu saja gunanya untuk menjadi pelajaran khusus bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir agar senantiasa waspada akan potensi tsunami.

Sedangkan dari sisi semangat kepedulian, peristiwa tsunami di Aceh dan Nias seolah membangkitkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat negeri ini, yakni gotong royong dan kasih sayang. Begitu tersiar bencana di ujung Sumatera itu, tak terbilang bantuan dikirimkan ke lokasi bencana, mulai dari individu-individu yang tak mengenal strata, hingga ke perusahaan-perusahaan besar dan kecil.

Ketika tsunami baru saja terjadi, pernah seorang pengamen datang ke kantor ACT di Ciputat membawa sekantong uang receh. “Mohon titip uang saya untuk saudara-saudara di Aceh. Maaf, meski sedikit tetapi saya merasa ingin membantu,” ujarnya. Dan setelah dihitung sekantong koin hasil mengamen itu, memang hanya berjumlah tidak lebih dari tiga ribu rupiah. Luar biasa, satu bentuk kerelawanan yang dibingkai kasih sayang antar sesama dan dibalut keikhlasan dari seorang pengamen. Relawan ACT yang menerima uluran tangan dari pengamen itu terharu dan tak kuasa menahan air mata. Ternyata, kepedulian tak hanya milik orang-orang berpunya.

Satu lagi hal positif pasca tsunami Aceh itu, masyarakat Indonesia menjadi lebih tanggap dan waspada terhadap bencana. Ini merupakan hasil kerja luar biasa dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah dan instansi terkait serta media yang tak henti memberikan informasi bencana, serta berbagai pelatihan dan edukasi yang dilakukan banyak lembaga kemanusiaan langsung ke lapisan masyarakat.

Kini, setelah tiga tahun tsunami, masihkan harapan (kerelawanan) dan semangat kepedulian itu terus terjaga? Jika di Aceh –juga di berbagai lokasi bencana lain seperti di Jogjakarta dan lainnya- masih tak terbilang warga yang tetap tinggal di barak-barak atau tenda pengungsi, kemanakah semangat kepedulian itu? Cukupkah kepedulian dan kerelawanan ditunjukkan hanya dalam sepekan atau sebulan pasca bencana?

***

Dari peringatan tiga tahun tsunami Aceh, semoga tidak lagi jatuh korban yang banyak saat kembali terjadi tsunami maupun gempa. Kuncinya hanya pada latihan dan simulasi lebih intensif, mengingat Indonesia merupakan negeri kepulauan yang diapit oleh tiga lempeng benua sehingga selalu berpotensi terjadinya gempa dan tsunami. (gaw)

 

More Volunteer Says:



Donation List
click here to see donors and their donation

Volunteer Sign Up

Volunteer List

Subscribe ACT Mailing List



Jangan Lupakan (Tsunami) Aceh
"Kini, setelah tiga tahun tsunami, masihkan harapan (kerelawanan) dan semangat kepedulian itu terus terjaga? Jika di Aceh –juga di berbagai lokasi bencana lain seperti di Jogjakarta dan lainnya- masih tak terbilang warga yang tetap tinggal di barak-barak atau tenda pengungsi, kemanakah semangat kepedulian itu? Cukupkah kepedulian dan kerelawanan ditunjukkan hanya dalam sepekan atau sebulan pasca bencana?"
Bayu Gawtama, Communication Senior Manager ACT

 


 
© copyright aksicepattanggap.com