Rabu, 10 Muharram 1430 / 7 January 2009 
 

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
Email : info@aksicepattanggap.com
 
ACT diaudit oleh KAP Syarif Basyir, a member of Russell Bedford International

 
Kemanusiaan :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 3133
(Swift Code: Cenaidja)

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 004 011 9999

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4555 808

Bank Muamalat Indonesia
Acc. No. 304 0022 915

Bank Negara Indonesia Syariah
Acc. No. 009 611 0239

Zakat :

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 101 000 9990

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4793 136

Infaq/Sedekah :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 0860

Bank Permata Syariah
Acc. No. 0971 001224

ACT Malaysia Upaya Merajut Kejayaan Nusantara
2008-08-28 17:31:19

ACT MALAYSIA

UPAYA MERAJUT KEJAYAAN NUSANTARA

 

 


TUJUAN DAN MANFAATNYA

  1. Peran aktivitas sosial-kemanusiaan bisa merupakan sarana silaturahmi sosial, silaturahmi kemasyarakatan antar bangsa nusantara
  2. Berupaya menjadi kontributor dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dari kemanusiaan di nusantara khususnya
  3. Berupaya mewujudkan masyarakat nusantara yang adil dan sejahtera
  4. Berupaya menjadi pelopor bagi terwujudnya budaya peduli (care culture) masyarakat sebagai prasyarat bagi kebangkitan negeri nusatara
  5. Melalui peran sosial kemanusiaan yang profesional, kita memiliki potensi untuk memimpin perubahan menuju nusantara yang berjaya.  

MENGAPA  ACT MALAYSIA

Ada sejumlah alasan strategis pentingnya kehadiran ACT Malaysia  :

  1. Alhamdulillah nama ACT sendiri universal, jadi bisa hadir dimana saja termasuk di Malaysia
  2. Berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan telah, sedang, dan berpotensi terus  melanda warga masyarakat nusantara
  3. Berbagai persoalan itu antara lain  adalah  :
  • Maraknya berbagai bencana alam di Indonesia
  • Konflik vertikal di Patani, Moro, Birma, Srilanka, dan berbagai negeri Muslim lainya yang memerlukan uluran tangan dan peran aktif kita
  • Pada akhirnya semua kejadian bencana maupun konflik bermuara pada satu persoalan laten yaitu, kemiskinan
  • Kemiskinan merupakan ancaman eksistensi umat di nusantara karena kemiskinan akan menghantar umat menjadi bodoh dan terbelakang. 
  • Di sisi lain, peran-peran pemerintah di Nusantara masih sangat terbatas, sehingga persoalan sosial kemanusiaan tidak kunjung terselesaikan.
  • Penyelesaian persoalan kemiskinan selalu menggunakan instrumen pinjaman luar negeri alias berhutang, tidak ada upaya serius untuk membangun kemandirian negeri
  • Merajelelanya Korupsi (KKN, Indonesia) menjadikan masyarakat semakin tak berdaya
  • Sementara peran-peran NGO, baik lokal maupun internasonal juga belum maksimal, selain banyak di antara NGO-NGO itu yang menjadikan kemiskinan sebagai komoditi belaka sehingga pada akhirnya melestarikan kemiskinan itu sendiri.     
  1. Saat ini, peran sosial-kemanusiaan adalah yang paling mungkin bisa kita perankan
  2. Diantara 4 negara nusantara, hanya Malaysia yang bisa dikategorikan berhasil dalam  mensejahterakan warganya
  3. Hal ini menjadikan Malaysia sebagai Negara donor sosial bagi Negara nusantara lainya
  4. Malaysia paling berpeluang untuk mempelopori rekonstruksi sosial di nusantara   
  5. Sedangkan Indonesia, walaupun sumber daya alamnya melimpah dan jumlah penduduknya terbesar no 4 di dunia, tetapi Indonesia menjadi negeri paling miskin dan paling korup di jagat raya.

STAKEHOLDERS ACT

Sasaran stakeholders operasional lembaga harus mencakup keseluruhan pihak yang berkepentingan, antara lain misalnya :

  1. Masyarakat umum  (general society) sebagai stakeholder utama
  2. Corporate dan network yang dimilikinya
  3. Institusi-institusi masyarakat dan network yang dimilikinya
  4. Network luar negeri yang  bisa diakses
  5. Media massa : Media cetak (Koran, Majalah, Tabloid), TV, Radio, Website, etc
  6. Volenteer (relawan) : profesional, pelajar, purna-karya (pensiunan), etc

KONSENTRASI PERAN ACT

  1. Fokus khusus aktivitas program ACT adalah Negara-negara nusantara : Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Birma, Vietnam, Kamboja, dan Srilanka
  2. Negara-negara kategori bemasalah sosial-kemanusiaan di seluruh dunia, khususnya negara-negara Muslim : Palestina, Sudan, Bangladesh, Irak, Afganistan, etc

KAPAN ACT HARUS BERPERAN?

  1. Aktivitas peran sosial dan kemanusiaan ACT bisa dilakukan baik secara regular maupun non-regular.
  2. Untuk program-program regular, ACT harus aktif menginisiasi program-program pemberdayaan bagi kemandirian masyarakat sebagai bagian penting dari agenda pengentasan kemiskinan dengan fokus pada isu-isu strategis seperti : pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan
  3. Untuk program Non-regular, ACT hadir saat terjadi kondisi emergensi sosial seperti bencana alam atau konflik yang menimbulkan gelombang pengungsi penduduk, ACT harus tetap menjadi pelopor dalam misi-misi penyelamatan dan bantuan yang profesional

 
BAGAIMANA STRATEGI IMPLEMENTASINYA?

Disain program :

  1. Susun rencana strategis lembaga : jangka pendek, menengah, dan jangka panjang
  2. Alokasikan sumber daya manusia (SDM) yang profesional :
    • Visioner (social entrepreneur),
    • Organisatoris skill,
    • Managerial skill,
    • Leadership skill,
    • Focus  and totality.
  3. Prinsip opersionalisasi :
    • Tetap dedikasikan sebagai lembaga kemanusiaan milik publik yang plural (majemuk)
    • Aspek legal sangat penting untuk diperhatikan
    • Mengemban amanah rahmatan lil’alamin
    • Non diskriminatif
    • Accountable dan transparant
    • Independen dan non partisan
    • Bangun dan kuatkan sinerji : ACT harus mampu menjadi : agen of trust bagi stakeholders
    • Kembangkan komunikasi humanis, menggugah dan menggerakan kepedulian sesama

     4. Rancang Program yang memenuhi kriteria humanis :

    • Strategic
    • Sustainable
    • Multiplier effect
    • Massive impact
    • Unique

 SINERJI KELEMBAGAAN

Ruang lingkup dan target

  1. Posisioning
    • ACT adalah foundation, lembaga nirlaba atau lembaga sosial kemanusiaan yang memiliki visi, misi, dan brand yang sama
    • Pada dasarnya ACT Indonesia dan ACT Malaysia adalah milik dan asset publik  masing-masing negara
    • ACT Indonesia dan ACT Malaysia adalah lembaga mandiri, independen, tanpa saling ketergantungan  
  2. Sinergi manajemen :
    • ACT Ind-Maly, menjadi embrional ACT Internasional
    • Secara manajemen harus dimungkinkan adanya integrasi manajemen (holding internasional) yang diprakarsai kedua belah pihak
    • Secara manajemen, baik ACT Indonesia maupun ACT Malaysia adalah mandiri, independen, tanpa saling tergantung
    • Meskipun perlu dipikirkan standarisasi manajemen
    • Pengembangan capacity building manajemen untuk meningkatkan kemampuan manajemen masing-masing 
  1. Sinerji pengembangan Sumber Daya Manusia
    • Kerjasama dalam pengembangan sumberdaya manusia, baik knowledge maupun skill manajerial untuk pengembangan lembaga
    • Bentuknya sinerji dapat dilakukan melalui training bersama atau magang di masing-masing pihak
    • Pengiriman SDM lembaga pada event internasional 
  1. Sinerji Program (proyek)
    • Menginisiasi program atau proyek bersama baik di Indonesia, Malaysia, maupun di negara lainnya
    • Melakukan FGD atau event lainya untuk eksplorasi dan inisiasi program
    • Program masing-masing bisa diklaim sebagai portofolio bersama, sesuai kebutuhan untuk kepentingan lembaga masing-masing
  1. Sinerji Marketing (partnership),
    • Kerjasama dalam pengembangan program partnership di masing-masing negara
    • Pengembangan jejaring partnership internasional
    • Kerjasama pengembangan SDM partnership 
  1. Sinerji pengembangan jejaring internasional
    • Menginisiasi pengembangan lembaga di berbagai negara lainya
    • Menyelengarakan event bertaraf internasional sesuai kebutuhan
    • Melakukan internasionalisasi lembaga pada tingkat internasional (go publicly international)
  1. Sinerji Brand image :
    • Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan agar logo ACT bisa menjadi logo internasional
    • Standarisasi brand image lembaga
  2. Sinerji pegembangan bisnis (investasi)
    • Kerjasama pengembangan bisnis untuk pengembangan lembaga di masing-masing negara

PENUTUP

  • Rasulullah SAW bersabda “bukan umatku orang yang membiarkan tetangganya menangis karena kelaparan sementara dirinya tertidur kekenyangan”. 
  • Rasulullah SAW adalah pahlawan kemanusiaan dan kepedulian. Pantaslah jika beliau mengatakan bahwa, sebaik-baik hamba Allah adalah hamba Allah yang paling bermanfaat untuk orang lain.
  • Barangsiapa mengaku umat Rasulullah SAW, maka hendaknya ia peduli dan berupaya sebisa mungkin agar hidupnya bermanfaat bagi orang lain, lebih-lebih bagi saudaranya yang se-iman. 
  • Kita songsong bangkitnya negeri nusantara yang berperadaban kepedulian dari negeri yang jaya lahir dan batin, negeri yang penuh berkah, dan Rahmat Allah SWT. Wallahu’alam Bishawab.

 

Jakarta, 22 Agustus  2008  

          

 Ahyudin



Donation List
click here to see donors and their donation

Volunteer Sign Up

Volunteer List

Subscribe ACT Mailing List



Bencana Stimulan Ilahiyah
"

Bencana, dimanapun, kapanpun, sebesar apapun, sesungguhnya merupakan program stimulan Allah SWT  untuk direspon – dikelola manusia. Sudah pasti ada hubungan kausalitas antara sebab dan akibat ini. Sunnatullah! Artinya tak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya. Sesuatu yang buruk penyebabnya adalah keburukan. Begitu pula sebaliknya, kebaikan itu adalah buah dari kebaikan. Jadi tak mungkin ada bencana tanpa ada penyebabnya. Jika bencana itu kita rasakan sebagai kepahitan, kegelapan, siksaan, kepedihan, dan sejenisnya maka hal itu buah dari yang semakna dengan itu.

"

Ahyudin, Direktur Eksekutif

 


 
© copyright aksicepattanggap.com