|
Dukungan Semua Pihak untuk Hijaukan Jakarta 2008-04-09 18:59:25
Program kompetisi lingkungan Jakarta Green and Clean (JGC) 2008 sudah dimulai secara resmi. Peresmian program tahunan yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia, harian Republika, radio Delta, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, dilakukan Sekda Pemprov DKI, Muhayat, pekan lalu.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan masing-masing tim JGC, dinas terkait, dan para kader lingkungan.
Muhayat mengatakan, untuk mewujudkan lingkungan hijau dan bersih, tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja. Yang menentukan justru masyarakat. Kemauan dan semangat masyarakat untuk menjaga lingkungan agar hijau dan bersih sangat penting artinya.
“ Karena itu kami mencanangkan kerjasama antara Pemrov DKI lewat BPLHD dengan PT Unilever serta mitra-mitranya dalam bentuk Program Jakarta Green and Clean” ungkapnya.
Tujuan program JGC, lanjutnya adalah untuk melahirkan kader-kader dan agen perubahan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau. Diharapkan mereka bisa melakukan kegiatan penghijauan di masyarakatnya.
Kader dan agen lingkungan tersebut, harus didukung dan difasilitasi oleh unit-unit terkaait di lingkungan pemerintahan. Antara lain dinas pertamanan, pertanian, kebersihan, dan kesehatan. Juga para camat dan walikota.
“ Program ini harus menjadikan Jakarta kota yang lebih sehat, hijau, dan nyaman,” tegas Muhayat.
Untuk memulainya, demikian Muhayat, harus diawali dari lingkungan yang paling kecil,yaitu RT dan RW. Tahap awal, akan dimulai dari 60 RW di masing-masing wilayah yang lolos babak pertama pada JGC tahun ini.
“Kalau itu sudah berjalan, maka kita akan tambah ke RW lainnya. Jadi suatu saat seluruh RW di Jakarta punya kader lingkungan,” terang mantan walikota Jakarta Pusat ini.
Dalam konteks ini, Muhayat memandang pentingnya peran dunia usaha. Pelibatan mereka dalam pembangunan harus dilakukan.
“Karena itu kami canangkan kerjasama dengan PT Unilever. Kami sangat berharap kepedulian ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain dalam konteks program CSR. Jadi ini sebuah inspirasi bagi yang lain,” paparnya.
Direktur Human Resource dan Corporate Relations PT Unilever Indonesia, Josef Bataona, menyatakan, program JGC ini merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian sektor swasta terhadap masalah lingkungan khususnya masalah persampahan, penghijauan dsan resapan di Jakarta.
Diharapkan, melalui program JGC ini, masyarakat dapat meningkatkan kepedulian untuk pengelolaan lingkungan, menggali potensi kreatifitas masyarakat dan memberdayakannya secara positif, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dari pengumpulan dan mendaur ulang sampah.
“Pemerintah diharapkan dapat memberikan fasilitas dan dukungan terhadap program dalam bentuk penggabungan dengan program pemerintah yang sudah berjalan,” katanya.
Melalui program ini, lanjut Josef , diharapkan sektor swasta lainnya dapat turut bergabung dalam program JGC. Semakin banyak pihak yang melakukan program seperti ini, maka semakin besar pula dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat.
“Kampanye lingkungan ini merupakan kelanjutan program Green and Clean yang dilaksanakan Unilever di Surabaya sejak 2001. Selain direplikasikan di Jakarta, program in juga mulai dilakukan di Yogyakarta pada 2007. Bahkan program ini sudah bergulir ke Balikpapan mengundang Unilever sebagai penasihat dan penyusun konsep Green and Clean di Balikpapan.” Tuturnya.
Direktur Eksekutif ACT, Ahyudin, menambahkan, JGC mengelola isu yang sangat strategis yaitu soal sampah. Salah satu yang penting sebagai sasaran JGC adalah membangun resources dan memberdayakannya. Ini dimulai dari pemberdayaan individu-individu volunteers sebagai fasilitator, pemberdayaan komunitas, sampai pemberdayaan seluruh stakeholders.
JGC, lanjutnya, bisa menjadi ikon baru pemberdayaan lingkungan hidup yang nyata berbasis volunteers dan komunitas. “JGC bisa menjadi inspirasi dan solusi tuntas pemberdayaan bangsa.” papar Ahyudin.
Sementara itu, setelah diluncurkan, kegiatan JGC berikutnya mulai dilaksanakan, yaitu pelatihan fasilitator. Pelatihan ini dilakukan di lima wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Pelatihan pertama diadakan di Kantor Walikota Jakarta Barat pekan lalu. Selama dua hari, para fasilitator lingkungan dari 60 RW di Jakarta Barat mendapat berbagai materi. Antara lain peran strategis fasilitator, biopori (kebijakan pengelolaan sampah di DKI, sosialisasi green frest (sampah basah dan kering), komunikasi massa, teknik fund rising, penngantar pendampingan masyarakat, dan membuat laporan. (harian republika)
|