|
[Isu Gempa 23 Desember 2007] Masyarakat Mengungsi, Bengkulu Menjadi Kota Mati 2007-12-21 19:59:40
Sebagian besar masyarakat Bengkulu dihinggapi perasaan cemas dan ketakutan akibat merebaknya isu akan terjadi gempa berkekuatan 9 SR –gempa terbesar sepanjang masa- yang akan disusul dengan tsunami. Warga yang tinggal di pesisir pantai sebagian besar mengungsi di bukit-bukit atau daerah yang dianggap lebih tinggi. Sementara masyarakat di kota tidak berani tidur di dalam rumah.
Isu tersebut sebenarnya sudah lama, namun masyarakat Bengkulu tidak mendapatkan informasi yang jelas terhadap kemungkinan benar tidaknya isu tersebut. Yang terjadi justru masyarakat semakin cemas jika gempa yang disebut-sebut bakal terjadi tanggal 23 Desember 2007 itu benar-benar terjadi. Bahkan, beberapa media setempat baik media cetak maupun radio ramai memberitakan isu tersebut sejak beberapa hari lalu. Tentu saja ini semakin membuat masyarakat Bengkulu cemas dan ketakutan.
Di Argamakmur misalnya, seperti diberitakan Harian Rakyat Bengkulu, Jum’at 21 Desember 2007, jumlah pengungsi terus bertambah mendekati tanggal 23 Desember 2007. Sebagian warga mengungsi ke wilayah perbukitan.
Tanggal 23 Desember 2007 menjadi tanggal keramat bagi masyarakat Bengkulu, terutama mereka yang tinggal di pesisir pantai. Isu akan terjadinya gempa dan tsunami pada tanggal 23 itu pertama kali dimunculkan oleh guru dari Brazil, Prof. Jocelino Noreg Daluz yang memprediksi tanggal 23 Desember 2007 akan terjadi gempa besar yang disusul tsunami.
Laporan pandangan mata langsung dari relawan ACT di Bengkulu yang saat ini sedang melakukan distribusi hewan qurban bagi masyarakat Bengkulu yang menjadi korban gempa beberapa waktu lalu, mengungkapkan, jalanan di kota sedikit lengang, banyak warga mengungsi ke perbukitan, sementara sebagian lainnya meninggalkan Bengkulu seperti ke Palembang. “Pasien di RSUD M. Yunus pun tidak berani dirawat di dalam RS, mereka minta dipindahkan di luar di bawah tenda-tenda,” ujar Muslim, relawan ACT.
Dilaporkan pula oleh Harian Rakyat Bengkulu, Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamudin mempersilahkan warganya mengungsi jika itu membuat tenang. Agusrin menghimbau warganya tak perlu percaya isu itu, meski demikian ia minta pemda masing-masing agar mengkoordinir tempat-tempat pengungsian agar para pengungsi tidak terlantar.
Meski demikian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Gubernur Agusrin menginstruksikan seluruh warga Bengkulu untuk mengikuti simulasi kesiapsiagaan gempa pada hari Sabtu, 22 Desember 2007. (gaw)
|