|
ACT Latihan Bersama Crisis Center Banjir Garudafood 2007-11-16 09:01:05
Di bulan November 2007 ini, banjir memang masih sebatas ancaman dan belum merata terjadi di berbagai sudut kota Jakarta. Meski demikian, beberapa wilayah langganan banjir seperti Bukit Duri dan Kampung Melayu sudah digenangi air setinggi hampir satu meter. Tidak hanya Jakarta, daerah penyangga Ibukota seperti Depok pun disatroni banjir.
Biasanya banjir Jakarta terjadi di bulan Januari-Februari, namun kali ini banjir diprediksi lebih cepat mengingat curah hujan yang disertai angin besar terus melanda Jakarta dan sekitarnya. Bahkan mitos banjir lima tahunan untuk Jakarta nampaknya sudah tidak berlaku. Artinya, Jakarta mungkin akan terus menerus dilanda banjir setiap awal tahun.
Sehubungan dengan seringnya Jakarta dilanda banjir, Garudafood, sebuah perusahaan produsen makanan dan minuman ringan membentuk Crisis Center Banjir GF. “Ini bagian dari kepedulian kami terhadap masalah perkotaan. Salah satu masalah terbesar kota Jakarta adalah banjir,” ujar Chaerullah.
Pembentukan Crisis Center GF merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) Garudafood terhadap lingkungan sekitar. Penanggungjawab utama tim ini langsung di tangan CEO GF, Sudamek. “Kami tidak hanya membantu karyawan Garudafood yang terkena banjir, melainkan juga korban banjir lainnya. Crisis Center sudah berdiri sejak dua tahun lalu. Di tahun pertama, tim Crisis Center GF lebih banyak membantu di pasca banjir. Bantuan yang diberikan berupa logistik seperti pangan, sandang, dan bantuan untuk renovasi rumah. Namun di tahun kedua ini, kami akan bergerak mulai dari pra hingga pasca banjir,” terang Irul, panggilan akrab Chaerullah.
Secara keseluruhan tim Crisis Center GF tahun ini dikomandani oleh Andre Vincent Wenas. Untuk penanganan banjir dibagi dalam tiga tim, tim merah, biru dan hijau. Tim merah yang dikoordinatori Irul mendapat tugas yang lebih berat, yakni mengevakuasi daerah banjir dengan kedalaman 2 meter ke atas. Sedangkan tim biru di wilayah banjir 1 meter dan rumah terisolir. Sementara urusan logistik ditangani oleh tim hijau. “Ada satu tim lagi khusus menangani data center. Semua informasi tentang banjir, lokasi dan kondisinya dihandle oleh tim data center ini,” tambah Irul.
Selasa, 13 November 2007, bertempat di Danau Situ Gintung, Ciputat, Jawa Barat, tim Crisis Center GF melakukan latihan bersama tim rescue ACT – Aksi Cepat Tanggap. Materi pelatihan yang diikuti oleh sekitar 20 anggota tim Crisis Center GF dan 4 anggota tim rescue ACT itu, mencakup penanggulangan banjir, teknik evakuasi, dan pertolongan pertama. “Latihan bersama jelas memberikan manfaat bagi tim kami. Kami berharap latihan seperti ini bisa lebih intensif dilakukan,” tutup Irul. (Gaw/ACT).
|