Kamis, 20 Rajab 1429 / 24 July 2008 
 

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
Email : info@aksicepattanggap.com
 
ACT diaudit oleh KAP Syarif Basyir, a member of Russell Bedford International

 
Kemanusiaan :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 3133
(Swift Code: Cenaidja)

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 004 011 9999

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4555 808

Bank Muamalat Indonesia
Acc. No. 304 0022 915

Bank Negara Indonesia Syariah
Acc. No. 009 611 0239

Zakat :

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 101 000 9990

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4793 136

Infaq/Sedekah :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 0860

Bank Permata Syariah
Acc. No. 0971 001224

Spirit Indonesia di ACT
2007-10-30 19:06:42

Saat berlangsungnya 2nd Indonesia Sharia Expo, 24-28 Oktober 2007 yang berlangsung di Jakarta Convention Center lalu, seorang pengunjung stand ACT bertanya, “ACT ini lembaga asing? Dari negara mana?”

Bisa dimaklumi jika pertanyaan itu terlontar, sebab jika hanya melihat nama dan tulisan ACT, orang lebih sering membacanya “Act” yang maksudnya action. Tetapi lebih bisa dimaklumi karena ternyata orang yang bertanya itu belum lama tinggal di Indonesia setelah sekian tahun belajar di luar negeri. Sebelumnya kami sempat merasa sedikit harus berintrospeksi, bahwa selama ini sosialisasi dan kampanye lembaga ini masih sangat minim.

Terlepas bahwa ACT memang harus terus berupaya lebih baik lagi dalam mensosialisasika programnya, dan berhubung ada pertanyaan tentang asal muasal ACT, perlu diketahui bahwa ACT asli made in Indonesia. Lahir dan didirikan di Indonesia, semua pengurus dan relawannya pun asli orang Indonesia. Meski lingkup program ACT tidak hanya untuk negeri ini saja, melainkan jauh melewati batas wilayah Indonesia.

Belum cukup? Jika demikian perlu dijabarkan beberapa program dan lembaga inisiasi ACT yang bernuansa Indonesia. Ini sekaligus menjadi pelengkap bahwa nasionalisme begitu kuat mewarnai langkah dan gerak lembaga kemanusiaan ini.

Pertama, MRI (Masyarakat Relawan Indonesia), sebuah lembaga yang digagas ACT agar menjadi wadah yang menampung para relawan seluruh Indonesia. Semangat kepedulian yang dimiliki para relawan sangat luar biasa, itu terbukti ketika tsunami meluluhlantakkan Nangroe Aceh Darussalam. Semangat yang sama pun terlihat di berbagai bencana lainnya, di Jogjakarta, Pangandaran dan di hampir seluruh wilayah bencana negeri ini. Sudah semestinya semangat itu terbingkai dalam satu wadah agar tak kan luntur meski tak sedang ada bencana.

Kedua, DMII (Disaster Management Institute of Indonesia). Kami menyebutnya ‘di em wan wan” hanya agar terdengar lebih ‘emergency’ karena lebih dekat dengan 911 (nain wan wan). Semua tahu, bahwa angka 911 adalah angka emergency, dan DMII pun diharapkan sangat identik dengan semua persoalan kebencanaan. Program DMII meliputi training, consulting dan research. Salah satu program besar yang digarap DMII bersama ACT adalah pelatihan kesiapsiagaan gempa di Senayan beberapa waktu lalu.

Ketiga, Indonesia Sekolah (IS), sebuah program reguler dan kontinyu dengan satu tujuan, “tidak ada anak Indonesia yang tidak sekolah”. Itu artinya, sepanjang masih ada anak di negeri ini yang tidak sekolah, maka program ini akan terus berlangsung dan tidak boleh berhenti. Tiga program utama dari Indonesia Sekolah adalah, (1) Relawan Pendidikan, salah satunya menyediakan tenaga relawan sebagai guru di daerah-daerah minim tenaga pendidik. (11) Sister School, sinergi antara anak-anak sekolah yang berkemampuan lebih agar tumbuh jiwa kepeduliannya dengan membantu saudara-saudara mereka dari sekolah minim. (111) Korporat Asuh, semacam gerakan orang tua asuh, hanya saja bedanya program ini langsung dilakukan oleh sebuah perusahaan. Misalnya, perusahaan X membiayai 300 anak kurang mampu di lokasi bencana Jogjakarta.

Yang keempat, Sehatindonesia (SI). Ini bagian dari kepedulian ACT untuk masalah kesehatan negeri ini. Seperti halnya pendidikan, kesehatan adalah masalah utama negeri ini. Dua masalah tersebut (pendidikan dan kesehatan) bukan hanya pekerjaan yang mesti diselesaikan oleh pemerintah saja. Ini PR bersama yang menjadi kepentingan bersama pula untuk menyelesaikannya.

Dari empat program di atas saja, sangat terasa nuansa nasionalisme ACT. Semoga cukup untuk menggambarkan betapa warna program ACT sangat Indonesia. Bravo Indonesiana! (gaw).



Donation List
click here to see donors and their donation

Volunteer Sign Up

Volunteer List

Subscribe ACT Mailing List



Menggagas MRI Menjadi Organisasi Relawan Profesional Sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
"Masyarakat merupakan kumpulan individu-individu dari satu komunitas, baik komunitas mikro maupun makro. Relawan adalah individu atau sekumpulan individu yang bersedia berkontribusi terhadap perubahan posistif pada lingkungannya atas dasar prinsip kesukarelaan, tanpa pamrih. Indonesia  merupakan suatu identitas dari sebuah nation, sebuah negara."
Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT

 


 
© copyright aksicepattanggap.com