|
Bersama Masyarakat Relawan Indonesia, ACT bergerak bantu korban gempa Gorontalo 2008-11-18 17:11:42
Gorontalo,Selasa(18/11). Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia. Setelah Yogyakarta dan Bengkulu, gempa juga mengguncang Provinsi Gorontalo, Senin (17/11) dini hari WITA. Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) menguncang 138km barat laut Gorontalo, Sulawesi Utara.
Berdasarkan data dari BMG, gempa susulan pertama sebesar 6,0 SR yang terjadi pukul 01.34 Wita pada 1.45 LU - 122.10 BT di kedalaman 30 km atau 147 km barat laut Gorontalo Sulawesi Utara. Sedangkan pada pukul 02.20 WIB, gempa susulan 5,7 SR terjadi di 1.35 LU - 121.76 BT di kedalaman 10 km atau 109 km timur laut Tolitoli Sulawesi Tengara, 171 km barat laut Gorontalo.
Hadi Waluyo, relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Gorontalo melaporkan bahwa gempa yang telah menewaskan empat orang ini, telah membuat sebagian besar warga Gorontalo berhamburan keluar rumah karena panik dan ketakutan akan terjadi gempa susulan, dan bahkan di daerah pesisir warga pun telah mengungsi ke bukit-bukit.
Selain memakan korban tewas enam orang, gempa berkekuatan 7,7 skala richter tersebut juga mengakibatkan 59 warga Gorontalo dan 32 warga Kabupaten Buol Sulawesi Tengah luka dan harus menjalani perawatan. "Sekitar 800 rumah warga dan satu jembatan juga mengalami rusak berat. Saat ini tim masih berada di lokasi untuk membantu para korban," pungkasnya.
Saat ini tim DER ACT yang didukung sepenuhnya oleh MRI Gorontalo bergerak ke Kecamatan Sumalata dan tolinggula Kab. Gorontalo Utara untuk salurkan bantuan dan membantu korban. Bencana tak kenal rencana dan siapa, mari terus peduli bantu para korban.
|