|
Puluhan rumah di Cianjur tertimbun longsor, ACT bantu para korban 2008-11-14 19:11:11
Hujan deras yang mengguyur Cianjur sejak kamis(14/11) dari sore hingga malam hari telah membuat beberapa kampung di Cianjur tertimbun longsor. Tim Disaster Emergency Response (DER) ACT yang kini sudah berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan dari para donatur ACT, melaporkan bahwa setidaknya 10 hektar lahan persawahan, 124 KK dan 471 jiwa belum termasuk anak-anak menjadi korban longsor.
Tim DER ACT bergerak ke tiga desa dengan kondisi longsor terparah antara lain kampung Pamoyaman dan Kampung Cibitung Muhara di Desa Cibokor Kecamatan Cibeber, serta kampung Nyalindung Desa Girimukti Kecamatan Campaka.
Sementara sampai saat ini tim melaporkan, bahwa 15 orang menghilang dan sudah lima orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sebanyak 53 rumah warga menjadi sasaran longsor, 49 rumah tertimbun sementara sisanya rusak parah.
Lokasi pemukiman warga yang tertimbun longsor itu berada di daerah cukup terjal, sekitar 3 km dari dataran. Semua korban saat ini mengungsi di kantor Desa Girimukti dan beberapa korban mengungsi di posko-posko yang berada di bantaran rel kereta api jurusan Sukabumi-Bandung.
Selain itu satu jembatan permanen juga putus, yakni Jembatan Cikondang, Kecamatan Cibeber. Putusnya jembatan menyebabkan warga beberapa kampung terisolasi.
Selain disebabkan oleh curah hujan tinggi, longsor juga lebih banyak disebabkan kerusakan hutan dan tata lahan yang ekstrim akibat pembukaan lahan hutan, imbuhnya
“Kondisi anak-anak sangat memprihatinkan, mereka harus tidur berdesakan dengan orang dewasa dan praktis kegiatan perekomian warga terhenti, belum lagi mereka harus memikirkan bagaimana bertahan hidup paska longsor” ungkap Rifai, dari Tim DER ACT saat menyalurkan bantuan pangan yang merupakan amanah dari donatur ACT.
Selain disebabkan oleh curah hujan tinggi, longsor juga lebih banyak disebabkan kerusakan hutan dan tata lahan yang ekstrim akibat pembukaan lahan hutan, imbuh rifai.
Bencana memang benar-benar tak kenal siapa dan rencana, alam bukanlah satu-satunya penyebab bencana datang. Tangan-tangan manusia juga berperan dalam hadirnya bencana, maka marilah kita berperan dalam membantu mereka para korban bencana hingga mereka bisa tersenyum kembali.
|