|
Menanti bangunan sekolah berdiri kembali, MI Nurul Islam dapatkan bantuan pendidikan 2008-11-05 17:29:29
Tangerang, Rabu (05/11). Hari Minggu lalu (02/11) merupakan hari Minggu yang berbeda bagi 260 murid MI Nurul Islam Kampung Sondol, Kecamatan Pasar Kemis Tangerang, karena mereka berpakaian seragam lengkap dan memenuhi gedung sekolah yang hanya berjumlah dua ruangan kelas saja. Pasalnya, hari Minggu lalu ACT menyalurkan bantuan pendidikan dari alumni SMPN 41.
Saat tim ACT yang didampingi tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Tangerang dan para alumni SMPN 41 tiba, para siswa MI Nurul Islam langsung mengerumuni tim dan bahkan sempat membantu tim saat menurunkan paket bantuan dari mobil. Bantuan pendidikan berupa tas sekolah, alat tulis lengkap dan sepatu disambut dengan antusias oleh mereka, hal tersebut bisa dimaklumi karena bantuan pendidikan ini baru pertama kali mereka dapatkan ditengah nestapa harus berbagi dua ruang belajar karena empat bangunan kelas lainnya roboh sejak tahun 2006 lalu.
H. Sanusi, Kepala Sekolah MI Nurul Islam menuturkan bahwa dahulu sekolah ini memiliki bangunan yang cukup untuk menampung seluruh siswanya, namun empat bangunan roboh saat hujan angin menerjang di tahun 2006. Saat ini pihak MI Nurul Islam sedang berusaha untuk membangun gedung tersebut kembali walaupun belum menampakkan hasil. Alhasil selama dua tahun ini para siswa hanya ditampung dalam dua kelas dengan sistem bergantian jam masuk.
“Alhamdulillah, terima kasih pada seluruh donatur atas bantuannya. Baru kali ini ada bantuan untuk MI Nurul Islam dan saya yakin bantuan ini pasti bermanfaat,” Ujar H. Sanusi yang sudah mengajar di MI Nurul Islam sejak tahun 1984.
Senada dengan H. Sanusi, Uun Undayah(10) salah seorang murid yang menerima paket pendidikan ini ini pun berterima kasih dan mengungkapkan kegembiraannya karena mendapatkan sepatu, selama ini Uun hanya menggunakan sepatu sandal palstik yang tidak cukup layak untuk dipakai bersekolah.
Selain mendapatkan paket bantuan pendidikan, MI Nurul Islam pun mendapatkan donasi 260 Al Quran dari para karyawan PT Freeport Indonesia, “Semoga Al Quran ini bermanfaat untuk para siswa ya pak,”harap Redia Frisna Tambunan yang mewakili karyawan PT Freeport Indonesia saat menyerahkan donasi Al Quran pada H. Sanusi.
Tidak hanya MI Nurul Islam yang mendapatkan bantuan paket pendidikan, sebelumnya MI Nurul Falah yang lokasinya tak jauh dari MI Nurul Islam pun mendapatkan bantuan yang sama untuk 50 siswanya. Berbeda dengan MI Nurul Islam, MI Nurul Falah memiliki ruang kelas yang lengkap tetapi tidak memiliki ruang guru, sehingga para guru pun kadang menumpang ruang kerja di ruang kelas yang sedang kosong.
Mumun, salah seorang guru di MI Nurul Falah mengungkapkan bahwa mayoritas orang tua murid di MI Nurul Falah bekerja sebagai buruh serabutan dan kondisi perekonomiannya menengah ke bawah, maka bantuan ini merupakan bantuan yang amat dinantikan.
Iwan (11), salah seorang murid MI Nurul Falah yang menerima bantuan ini pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, sesaat setelah menerima paket bantuan, Iwan langsung membukanya dan berbagi kegembiraan dengan teman-temannya sambil memamerkan alat tulis yang diterimanya.
Keceriaan para siswa di MI Nurul Islam dan Nurul Falah ini benar-benar menambah keceriaan hari Minggu di Pasar Kemis. Semoga tawa bahagia mereka akan terus ada seiring dengan kepedulian kita yang bisa membantu mereka menikmati indahnya pendidikan.
Mari terus berhati dan berbagi bantu mereka maju dengan pendidikan yang layak.
|