|
Recovery ACT di Tuban, fogging kandang sapi milik warga 2008-04-28 17:07:22
Tuban, Jumat(25/04/08). Kantor balai desa Desa Kanorejo kecamatan Rengel Tuban difogging tim ACT bersama Exxonmobil. Selain Balai Desa, kantor koperasi Tani Makmur pun ikut difogging bersama sekitar 200 rumah warga dan kandang sapi milik warga.
Desa Kanorejo sempat terendam banjir setinggi dua setengah meter ketika Bengawan Solo meluap. Tiga warga desa yang terletak di pinggiran Bengawan Solo ini pun terjangkit DBD. Selain tim ACT yang dikomandoi Sri Eddy Kuncoro, aksi ini dibantu oleh enam relawan lokal.
Aksi recovery ini dilakukan setelah sebelumnya ACT bergerak ke wilayah bencana untuk aksi rescue dan emergency, ketika kerja-kerja rescue dan emergency dilakukan maka rencana recovery pun ikut digarap, alhasil penanggulangan penyakit pasca banjir merupakan hal yang menjadi perhatian utama, maka tercetuslah aksi fogging dan abatisasi. Hal tersebut diungkapkan Sri Eddy Kuncoro ditengah-tengah kesibukannya memfogging desa Kanorejo.
“Ketika banjir luapan Bengawan Solo melebar ke Bojonegoro, ACT langsung berkoordinasi dengan relawan lokal untuk melakukan aksi rescue dan emergency,” terang Totok Ariyanto, relawan lokal ACT yang tergabung dalam MRI ikut bersama tim.
“ Aksi lalu dilanjutkan untuk recovery Bojonegoro dan sekitarnya, kita survey terlebih dulu wilayah mana saja yang memiliki dampak pasca banjir terparah. Semua desa yang letaknya pas dipinggir Bengawan Solo lah yang memiliki dampak terparah, maka itu kami bergerak lakukan aksi fogging dan abatisasi untuk tanggulangi DBD,” papar Totok.
Totok pun mengungkapkan bahwa ini kali pertama desa Kanorejo difogging, meski sudah ada tiga warganya yang terkena DBD. Nampaknya perhatian semua pihak terkait penanggulangan dampak pasca banjir merupakan komposisi efektif untuk membantu korban bencana. Penanggulangan bencana secara komprehensif merupakan hal yang bisa membawa korban menuju kondisi yang lebih baik.
|