Rabu, 8 Jumadil Awwal 1429 / 14 May 2008 
 

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
Email : info@aksicepattanggap.com
 
Jl. Imogiri Timur Km. 6 No. 5
Nglebeng, Tamanan Banguntapan, Bantul 55191, Jogjakarta
Telp. +62 274 383839,
Fax. +62 274 7839292
 
Kemanusiaan :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 3133
(Swift Code: Cenaidja)

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 004 011 9999

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4555 808

Bank Muamalat Indonesia
Acc. No. 304 0022 915

Bank Negara Indonesia Syariah
Acc. No. 009 611 0239

Zakat :

Bank Syariah Mandiri
Acc. No. 101 000 9990

Bank Mandiri
Acc. No. 128 000 4793 136

Infaq/Sedekah :

Bank Central Asia
Acc. No. 676 030 0860

Bank Permata Syariah
Acc. No. 0971 001224

Selain rumah, sekolah jadi sasaran fogging ACT
2008-04-28 16:59:00

Tuban, Kamis(24/04/08). Aksi fogging ACT bersama Exxonmobil bergerak ke desa Balun kecamatan Cepu, Blora. Kampung Gendeng, desa Balun Pinggiran dan beberapa sekolah menjadi wilayah fogging ACT Rabu(23/04/08). Sekolah yang disambangi fogging antara lain SD Nglanjuk 2, SD Balun I dan II, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah sekaligus Panti Asuhan Muhammadiyah. Aksi dilanjutkan menuju desa Glagahsari kecamatan Soko, Tuban pada Kamis paginya.

Cici Semani, Kepala Sekolah SD Nglanjuk 2 Blora mengucapkan terima kasih atas bantuan fogging dan abatisasi melalui relawan ACT Sri Eddy Kuncoro. Kepala Sekolah yang memiliki 99 siswa ini  mengungkapkan pada relawan ACT, bahwa Sekolah Dasar yang dipimpinnya merupakan sekolah ‘mewah’ alias mepet sawah dan memang berlangganan banjir dari tahun ke tahun.  

Eddy menambahkan bahwa di SD Balun II Blora ada tiga orang murid yang terjangkit DBD pasca banjir lalu, dan hal tersebut wajar saja terjadi, kondisi sekolah yang dekat sawah pasti rawan sarang nyamuk.

Setelah Blora, tim bergerak  desa Glagahsari Tuban. Di desa ini, 347 rumah warga yang tersebar dalam 10 RT difogging. Sama seperti di desa Balun, fogging dan abatisasi pun dilakukan di Taman Quran dan Madrasah Ibtidaiyah Ar Rosyad, Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda dan SMPN 3 Soko.

Selain melakukan fogging dan abatisasi, tentunya ada aksi lain yang bisa dilakukan untuk mencagah DBD. Sepeti yang ramai digemakan pemerintah dan didukung ACT, yaitu 3 M; menguras, menutup dan mengubur. Menguras wadah tempat air secara berkala agar tidak menjadi sarang berkembangbiak nyamuk, menutup tempat-tempat yang sekiranya bisa menjadi sarang nyamuk dan mengubur wadah-wadah bekas pakai yang sudah tidak digunakan lagi.

“Memang selain rumah warga, sekolah merupakan sasaran wilayah fogging dan abatisasi, karena biasanya anak-anak lebih rentan DBD. Walaupun demikian, DBD pun harus diwaspadai oleh semua golongan usia,” ungkap Eddy.

Masih menurut Eddy, “ tiap sekolah yang kami fogging pasti jumlah muridnya puluhan dan ada juga yang mencapai ratusan, nah bagaimana jadinya jika tempat mereka sekolah merupakan sarang yang nyaman bagi Aedes Agypti, bisa-bisa DBD mewabah.”

 

 

 

 

 

 



Donation List
click here to see donors and their donation

Volunteer Sign Up

Volunteer List

Subscribe ACT Mailing List



Jangan Lupakan (Tsunami) Aceh
"Kini, setelah tiga tahun tsunami, masihkan harapan (kerelawanan) dan semangat kepedulian itu terus terjaga? Jika di Aceh –juga di berbagai lokasi bencana lain seperti di Jogjakarta dan lainnya- masih tak terbilang warga yang tetap tinggal di barak-barak atau tenda pengungsi, kemanakah semangat kepedulian itu? Cukupkah kepedulian dan kerelawanan ditunjukkan hanya dalam sepekan atau sebulan pasca bencana?"
Bayu Gawtama, Communication Senior Manager ACT

 


 
© copyright aksicepattanggap.com